Pengaruh Bermain Terhadap Penerimaan Anak Usia “TODDLER” Pada Tindakan Pemberian Obat Per Oral di RSU XX

Anak usia toddler yang dirawat di Rumah Sakit akan merasa tidak aman dan tidak nyaman. Tidak mengerti kenapa harus dirawat, berpisah dengan orang terdekat dan cemas dengan lingkungan yang baru. Reaksi anak terhadap  penyakit dan hospitalisasi dapat berupa; rasa cemas, kehilangan kontrol, dan takut akan nyeri dan perlukaan. Pemberian intervensi bermain sebelum dilakukan tindakan pemberian obat dimaksudkan untuk memfasilitasi perawat untuk berkomunikasi verbal maupun non verbal kepada anak. memberikan pelepasan stres dan ketegangan, memungkinkan ekspresi emosi dan pelepasan impuls yang tidak dapat diterima dalam bentuk yang secara sosial dapat diterima. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui pengaruh bermain terhadap penerimaan anak usia toddler pada tindakan pemberian obat per oral.

Penelitian ini merupakan penelitian kuantitatif dengan desain Quasi Eksperimen. Populasi yang diteliti adalah anak usia toddler yang dirawat di RSU XX. Dengan jumlah sampel 30 responden. Teknik penarikan sampel secara purposive sampling. Sampel dibagi menjadi dua kelompok yaitu kelompok kontrol dan kelompok perlakuan. Setelah kedua kelompok di observsi mengenai sikap penerimaan anak tahap I, kelompok perlakuan diberikan intervensi bermain, sedangkan kelompok kontrol tidak diberikan intervensi. Selanjutkan dilakukan observasi tahap II pada kedua kelompok. Instrumen pengumpulan data  menggunakan lembar observasi dengan penilaian menurut skala Gutman.  Analisa data menggunakan Uji-t, Chi-Square, dan Odds Ratio, dengan tingkat kemaknaan α = 5% (0,05).

Hasil analisa pada kelompok perlakuan dengan Uji-t ditemukan bahwa ada pengaruh bermain terhadap penerimaan anak usia toddler pada tindakan pemberian obat per oral, dengan nilai P=0,004 < 0,05.  dan pada Chi-Square (Fisher’s Exact Tes) diperoleh nilai P=0,02 < 0,05 yang dapat disimpulkan bahwa ada hubungan bermain dengan penerimaan pada tindakan pemberian obat per oral, sedangkan pada analisa dengan Odds Ratio diperoleh nilai 8,000 artinya anak yang diberikan intervensi bermain mempunyai peluang delapan kali lebih besar untuk bersikap menerima tindakan pemberian obat per oral dibandingkan anak yang tidak dibeikan intervensi bermain. Sedangkan pada kelompok kontrol tidak detemukan adanya pengaruh maupun hubungan dengan nilai ekspektasi Uji-t p=0,334 > 0,05 dan Chi-Square p=1,000 > 0,05.

Kesimpulan ada pengaruh bermain terhadap penerimaan anak usia toddler pada tindakan pemberian obat per oral.

Saran kepada isntitusi rumah sakit agar menyediakan dan menfasilitasi sarana bermain, kepada perawat yang berfokus pada perawatan pediatri agar menggunakan teknik bermain sebelum melakukan tindakan keperawatan.

Kode file : AN004

File skripsi ini meliputi :

–    Halaman Depan (Sampul, daftar isi, daftar  tabel, dll)

–    Bab 1 – 5 lengkap (pendahuluan s/d penutup)

–    Daftar pustaka.

–    Lampiran 2 (lembar observasi, Tabulasi data, dll)

Bentuk file : Ms.Word