Gambaran Fungsi Intelektual Lansia Di Posyandu Lansia Desa XX

Seseorang dikatakan mengalami penurunan fungsi intelektual yang lazim dikenal dengan demensia atau kepikunan, bila menunjukkan tiga atau lebih dari gejala-gejala berupa gangguan dalam, di antaranya perhatian (atensi), daya ingat (memori), orientasi tempat dan waktu, kemampuan konstruksi dan eksekusi (seperti mengambil keputusan, memecahkan masalah) tanpa adanya gangguan kesadaran. Gejala tersebut bisa disertai gangguan emosi, cemas, depresi agresivitas. Secara garis besar dapat disebutkan demensia merupakan kemunduran progresif kapasitas intelektual yang disebabkan oleh gangguan pada otak.
Penurunan fungsi intelektual dengan gejala sindroma dimensia, akan berimplikasi pada pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari lansia yang bersangkutan. Lansia dengan demensia sering lupa makan dan minum, atau makan dan minum di luar jam makan, serta kurang memperhatikan kualitas makanannya (misalnya makanan yang sudah berjamur). Kebutuhan dasar lain seperti kebutuhan eliminasi, keamanan dan keselamatan, komunikasi dan sebagainya juga akan mengalami hal yang serupa. Keadaan ini tentunya memerlukan perawatan khusus oleh keluarga, dan kalau lansia dirawat di rumah sakit atau instansi pelayanan perawatan, maka hal ini menjadi tanggung jawab dari perawat.

Kode File : K077
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – V (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (kuesioner, dll)

Bentuk file : Ms.Word