Hubungan Antara Status Sosial Ekonomi Keluarga Dengan Derajat Kegawatan Penyakit Diare di Ruang Instalasi Rawat Darurat RSU XX

Jumlah penderita diare di RSU XX  dari bulan Juli sampai dengan bulan September mencapai 943 penderita , penyakit tersebut menduduki urutan ke -2 dari 10 penyakit terbanyak , dan jumlah yang meninggal mencapai 20 orang , hal tersebut menarik untuk diteliti.

Tujuan penelitian ini untuk melihat hubungan antara status sosial ekonomi dengan derajat kegawatan penyakit diare di RSU SXX dengan subvariabel bebas tingkat pendidikan , pengetahuan, pekerjaan dan pendapatan dari keluarga klien.

Desain penelitian ini menggunakan cross sectional study ( studi potong lintang ) dengan tehnik penarikan sampel yaitu Purposive sampling terhadap populasi target  sehingga didapatkan 57 responden. Pengumpulan data dilakukan dengan tehnik wawancara terpimpin kepada keluarga klien dan observasi pada klien yang baru masuk rumah sakit dengan penyakit diare. Pengolahan data / uji statistik menggunakan spss Versi 11.5dan disajikan dalam bentuk narasi dan tabel. Dari  uji statistik didapatkan hasil bahwa rata-rata responden yang diambil sebagai sampel  mempunyai nilai persentasi yang hampir sama untuk kejadian terhadap derajat kegawatan penyakit diare, Hasil Uji Kai-kuadrat menunjukkan bahwa tidak ada hubungan status sosial ekonomi dengan sub varibel pendidikan, pengetahuan, pekerjaan dan pendapatan dengan derajat kegawatan penyakit diare di RSU XX .

Kesimpulan dari penelitian ini adalah Hasil dari uji univariat menggambarkan bahwa rata-rata klien yang datang untuk mendapat pertolangan terhadap anggota keluarga yang menderita penyakit diare memiliki nilai yang hampir sama dari setiap sub  variabel sosial ekonomi dan hasil dari uji bivariat menunjukkan ; tidak ada hubungan antara tingkat pendidikan dengan derajat kegawatan  penyakit diare ,tidak ada hubungan antara tingkat pengetahuan dengan derajat kegawatan  penyakit diare,tidak ada hubungan antara tingkat pekerjaan dengan derajat kegawatan  penyakit diare,tidak ada hubungan antara tingkat pendapatan dengan derajat kegawatan  penyakit diare

Saran agar pemerintah terkait kesehatan dapat lebih meningkatkan fungsi promotif  tentang penyakit-penyakit endemic , Untuk pemberi pelayanan kesehatan agar lebih memperhatikan kondisi-kondisi klien yang baru masuk dengan kondisi sakit parah atau dalam kondisi baik, sehingga penanganan akan lebih terarah,Untuk peneliti selanjutnya diharapkan agar dapat meneliti tentang sikap anggota kelurga terhadap penurunan angka kejadian kegawatan derajat dehidrasi pada penyakit diare.

Kode File : KM002
File skripsi ini meliputi :
a. Halaman depan
b. Bab I – VI (pendahuluan – penutup) lengkap
c. Daftar Pustaka
d. Lampiran2 (Kuisioner dll)

Donasi : Rp. 100.000